Monday, July 13, 2009

in NEW CAMP with the OLD BREATH

Duhai ia yang selalu kurindukan didalam tawaku
aku sangat merindukannya, amat sangat merindukannya
hingga kini hatiku seakan takan pernah sanggup lagi menuluskan senyum diwajahku...

Duhai ia yang selalu kuratapi didalam tangisku
aku sangat menyayanginya, amat sangat menyayanginya
hingga kini meski sang waktu telah lama menggusur belaian lembutnya pergi
namun aku masih terus saja memanggil-manggil namanya...

Ooh, duhai ia yang telah terbang bersama semua mimpi-mimpi indahku
aku sangat mencintainya, amat sangat mencintainya, bahkan mungkin terlalu mencintainya
hingga kini mataku telah buta, telingaku telah tuli, dan hatiku mungkin telah mati...

Aku melihat! Tapi mataku telah membutakan aku
Aku mendengar! Tapi telingaku telah menulikan aku
Aku merasakan! Tapi hatiku telah mambekukan aku

Ooh, mataku takan melihat lagi, selain puzzle-puzzle indah bayangannya
Ooh, telingaku takan mendengar lagi, kecuali sisa-sisa samar merdu suaranya
Ooh, hatiku takan merasakan apa-apa lagi, hanya serpihan-serpiahan manis dan perih cintanya, dulu...

Wednesday, July 8, 2009

IN DO amNESIA part I



Sayang,
Kini putihmu tak suci lagi
Kini merahmu pun tak berani lagi
Aku malu...

Sayang,
Kini penguasamu tak berjuang untuk rakyatmu, hanya untuk diri mereka sendiri
Kini engkau tak seindah seperti dulu lagi, sungguh engkau tak seperti dulu lagi
Aku sedih...

Sayang,
Aku rindukan kala suci putri-putrimu mengharumkan namamu
Aku rindukan kala berani putra-putramu menggetarkan musuh-musuhmu
Aku rindu...

Sayang,
Aku takut engkau akan terinjak seperti moral para penguasamu kini
Aku takut engkau akan terbakar seperti hutan-hutanmu kini
Aku takut...


Popular Posts