Monday, September 21, 2009

DI HARI KEMENANGAN pun AKU MASIH KALAH

Di antara gema takbir yang bersahutan,
ada jiwa yang merintih haru....
Diantara suara petasan yang meledak,
ada yang merintih, ada yang mengalir, ada yang tersedak....

Dengan diselipi hati yang penuh malu,
berharap semoga ada kata ma'af yang akan terbeli....

Dari lisan yang tak pernah sanggup aku jaga,
tingkah laku yang selalu saja takan berkenan,
janji-janji yang begitu mudah terabaikan,
serta hati yang terlalu sering berprasangka,
dan aku tau, masih banyak lagi....

Pantaskah ada keikhlasan untuk anakmu ini???

Takabbalallaahu minna wa minkum, siyaamanaa wa siyaamakum,
waja'alnaa minal 'aidiin wal faa'iziin....

Bunda,
Sujud mohon dan harapku untuk ma'afmu bunda....
Aku tak tau harus menulis apa lagi,
seakan kata-kata telah habis ketika aku berusaha menulis salah dan dosaku kepadamu,
tapi cinta, tulus, do'a-do'a, dan sayang, dan semua yang kau berikan untukku
takan pernah sanggup aku ganti, walau aku akan hidup 1000 tahun lagi....

Bunda,
Aku bangga telah terlahir dari rahimmu,
Aku bangga dengan semua yang engkau berikan,
Aku bangga telah menjadi anakmu,
Aku bangga, aku bersyukur....

Tuhan,
Kau boleh ambil nyawaku,
Aku rela,
Aku ikhlas....
Tapi sebelum aku membuat dia bangga telah melahirkan aku,
sebelum aku sanggup mengukir senyum abadi diwajahnya,
Aku mohon, jangan Kau ambil nyawaku,
Aku mohon, Tuhan....

Bunda,
Aku bersujud,
Aku berharap,
Aku memohon,
ma'afkanlah aku....

Selamat Hari Raya 'Iedul Fitri 1430H, Bunda....


No comments:

Post a Comment

Popular Posts